Hallo Corona, apa khabarmu?

0
443
Bagikan :

Kau seperti Algojo bengis yang siap membunuh manusia, setiap hari.
Sejauh yang saya baca tentang Corona, anda pernah datang tahun 1918 dalam bentuk flu Spanyol, menginfeksi sepertiga dari kami dan membunuh 50 juta manusia lalu kau hilang tanpa bekas, secepat kau datang.

Hai Corona, kau kembali lagi pada tahun 1957 sebagai flu Asian, kau pergi setelah membunuh dua juta dari kami. Tanpa ampun.
Pada tahun 2009 Corona kembali lagi sebagai virus H1N1 – flu swine, kau menginfeksi seperempat dari penduduk bumi dan membunuh 200.000 orang. Setelah membunuh begitu banyak, kau malah pergi begitu saja, cepat-cepat. Gejalanya sama saja. Flu. Hanya flu. Padahal yang namanya flu, tidak pernah meninggalkan catatan kematian yang berarti, setiap tahun. Karena flu hanya influenza.

Sekarang muncul lagi, sejak awal Desember 2019, dan mengobrak abrik Wuhan-Cina. Kau Corona, kau hadir sebagai Pandemi. Setiap kali memanggilmu sebagai pandemik, kami panik. Setiap kali anda membunuh kami, walau grafiknya makin menurun, kami tetap panik. Bagaimana kami tidak panik? kau bukan hanya pandemic, penyakit dan kematian tetapi lebih dari itu, kau adalah ketakutan bagi kami. Ekonomi di ambang ambruk. Ini bukan cerita tentang sebuah piknik ketika semua keadaan berubah total.

Tahun 2020, Corona benar-benar telah mengendalikan ketakutan kami. Kami terputus secara biologis, social bahkan spiritual. kami tidak terkendali. kami harus membatasi banyak tradisi ketimuran kami untuk tidak saling bersentuhan, bahkan jenasah mereka yang sudah matipun tidak bisa kami lepas dengan cinta. ini ketakutan yang mencekam, melebihi ketakutan yang pernah ada pada tahun-tahun sebelumnya.

Kami mengurung diri berhari-hari tanpa tahu, kapan semua ini akan berakhir. corona menjadi sangat sulit ditebak. bahkan dampak lain juga ikut timbul menjadi bagian ketakutan kami. Keributan dan kegaduhan terjadi di mana-mana.

Baca Juga:  Tentang Wanita

Jasmani rohani, kami belum siap ketika kau datang dan merenggut kami dengan angkuhmu. Perut yang mulai kelaparan karena karantina berkepanjangan adalah alasannya.

Di sisi lain, kami juga berterima kasih karena kami terus tinggal dalam rumah berhari-hari, memanjakan diri dan menghabiskan hari bersama keluarga, satu sama lain.
Wabah, virus, pandemic, bukan baru kali ini terjadi. Dunia sudah sering mengalaminya tapi kali ini berbeda. Sangat berbeda. kami melihat anda sebagai penguasa dunia nyata yang sangat bengis, sekarang. Anda membuat kami satu dalam pikiran global yang diliputi ketakutan dan ini ketakutan terburuk kami. Tak tahu semangat apa yang kau milik, Corona.

Kami tahu, dengan semangat apapun kau hanya bisa tumbuh kalau kami memberimu makan.
tidak ada cara lain yang biss kami tempuh untuk memerangimu sekarang. Kami hanya mau membuatmu diet, Corona. Kami akan melakukan apa saja agar anda bisa kelaparan dan mati.

Kemarin kami panic dan takut padahal kau senang sekali melihat kami takut pada kematian dan memilih mengisolasi diri sendiri. Ternyata tidak efektif juga katika kami lalai.
Kali ini, kami mengubah karantina kami menjadi saat yang menyenangkan tanpa kepanikan. kami akan bersantai dan menunggu kau mati kelaparan.
Kami tidak takut kehilangan segalanya akibat karantina atau kematian. Kami akan memilih harapan dan iman kepada sang khalik. Corona harus diet total.

Terima kasih Corona, sudah berkunjung ke negeri kami dan merenggut siapa saja sesukamu. Tapi kami tidak akan membiarkanmu menang tanpa pertarungan. kami akan memburumu dan menghancurkanmu karena kami sudah telanjangi kekuatan terbesarmu, Corona. Kau sangat lemah, selemah tempe.
Kami akan melakukannya sekarang sehingga kami mendapatkan kebebasan, kesehatan dan keselamatan kami kembali.

Baca Juga:  Perempuan, tiang penyanggah Ekonomi rumah Tangga

Kami siap dan akan puas dengan tidak memberimu tempat.
Kami akan melakukan diet ketat melawan corona dengan cara berikut ini:
1. selalu mencuci tangan dan merawatnya.
2. melindungi diri dan semua orang dengan cara pergi keluar untuk urusan yang penting saja.
3. tidak melakukan kontak dengan orang asing/orang lain.
4. jaga jarak dan tingkatkan imun tubuh
5. tetap memperhatikan langkah-langkah kesehatan yang dianjurkan pemerintah, di rumah maupun tempat kerja.
6. Berdoa. Tuhan punya kemampuan untuk mengubah segala hal. ya, Tuhan berkuasa atas kosmos ini.
***

kami harap semua yang membaca artikel ini untuk mengingat 6 jenis diet Corona di atas dan mari kita berperang melawan corona dengan cara tidak memberi virus ini makanan. Diet corona, ingat diet corona. Negara maju ataupun negara berkembang, tak ada yang mampu melawan Corona. Hanya negara yang disiplin bisa kurangi penyebaran virus Corona.

Mari perangi corona. Jangan takut, Jangan kasih kesempatan virus itu masuk ke dalam tubuh anda dan memakanmu. Beri harapan kepada yang lain.

Facebook Comments
Bagikan :